Halaman

Minggu, 17 Mei 2015

Outing Class MP B 2013 di Ayam Kremes Kraton (AKK) Utan Kayu, Jakarta Timur

Assalamu’alaikum wr. wb.

Selasa, 5 Mei 2015 perkuliahan dilaksanakan tidak di dalam kelas seperti biasanya melainkan di luar kelas. Ya, kami perkuliahan diadakan secara outing class di Ayam Kremes Kraton (AKK) Utan Kayu, Rawamangun. Outing class ini selain kita mendapatkan ilmu baru juga bertujuan melihat secara nyata manajemen sebuah perusahaan khususnya rumah makan dalam hal ini. Dalam kesempatan kali ini, Dosen Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan kami, Pak Amril, tidak bisa mendampingi kami selama outing class, jadi kami melaksanakannya secara mandiri. Narasumber kami, sekaligus orang yang memberikan wawasan lebih kepada kami yaitu oleh manager AKK yaitu Ibu Rovi. Beliau menjelaskan mengenai AKK itu sendiri juga mengenai konsep beliau mengelola AKK ini. Berikut ini adalah resumenya.

Setelah kami selesai makan yang kami pesan di AKK ini, kami melanjutkan dengan diskusi bersama manager AKK, Ibu Rovi. Beliau menjelaskan pemilik Ayam Kremes Kraton (AKK) ini bernama Ibu R.R. Welas Sriningsih, seorang Chinese keturunan kraton. Salah satu orang kepercayaan beliau adalah Ibu Rovi. Beliau bahkan mengelola 5 outlet hingga saat ini. Sebelum menjadi manager seperti ini, beliau adalah seorang kasir di AKK. Diawal bekerja sebenarnya beliau sempat tidak betah bekerja, namun berkat kegigihannya beliau bisa terus bekerja di AKK ini hingga menjadi seorang manager dan salah satu orang kepercayaan pemilik AKK ini.
Pemilihan nama Ayam Kremes Kraton (AKK) yaitu karena sewaktu pertama berdiri sekitar 12 tahun yang lalu, ayam kremes belum banyak di Jakarta dan nama kraton karena pemilik kebetulan masih keturunan kraton. Keluarga pemilik sebenarnya sudah lama berkecimpung dalam dunia restoran. Dulu keluarga pemilik mempunyai Restoran Karo yaitu restoran masakan solo yang menyediakan gudeg,ayam,dll. Namun, ayam kremes di resto tersebut paling diminati maka timbul dorongan pemilik untuk membuka restoran ayam kremes.
Awalnya ada nama Ikan Macco selain nama AKK ini, namun sulit untuk mengembangkan dua nama. Ibu Rovi juga menyampaikan sedikit tips memange bahwa jika ingin berkembang maka kita harus fokus pada satu tujuan dan kita bisa lebih konsen mengeksplor hal itu sehingga menjadi lebih mudah berkembang.  Selain itu Ikan Macco ini sulit dikembangkan sehingga lebih difokuskan untuk mengembangkan AKK saja.
Ibu Rovi juga menerangkan  bahwa konsepnya AKK ini sendiri adalah pelayanan yang harus modern,tetapi tempat tetap tradisional. Seragam pegawainya pun batik,mencirikan tradisional. Mengapa tradisional? Ini sesuai dengan nama “kraton” itu sendiri yang mana seperti yang kita ketahui bahwa kraton itu identik dengan tradisional. Namun walaupun casing nya tradisional, rasa dan pelayanannya harus modern.
Lambang AKK ini adalah  ayam yang memakai dasi batik dan jas. Ini tergambar jelas bahwa pemilik ingin mengambarkan AKK yang casing tradisional namun terasa modern. Warna kuning untuk desain AKK sendiri ini adalah keinginan dari sang pemilik. Ibu Rovi sendiri, sebagai seorang manager  ingin menjadikan AKK ini sebagai  KFC-nya  Indonesia. Mengapa? Karena beliau ingin yang dikenal tidak hanya merk asing tapi merk Indonesia juga layak dikenal dan tidak kalah dengan merk asing kualitasnya.
Ayam Kremes Kraton ini mempunyai  5 outlet di Jakarta yaitu di Tebet, Boulevard Kelapa Gading, Gading Batavia, Sunter, dan Utan Kayu. Outlet utamanya berada di Sunter. Untuk outlet Utan Kayu ini sendiri baru berdiri sekitar 2-3 tahunan. Fasilitas AKK Utan Kayu ini masih memiliki beberapa kekurangan yaitu kurang tersedianya tempat parkir yang luas, tidak adanya musholla, dan hanya memiliki satu ruangan biasa saja. Outlet AKK paling besar berada di Tebet, yang memiliki tempat duduk biasa dan lesehan, smooking area dan ruangan ber-AC.  Di semua outlet AKK, manager tidak mau menyediakan tv  karena beralasan nanti pegawainya jadi santai dalam bekerjanya dan wifi juga tidak tersedia agar tamu tidak makan berlama-lama di AKK ini (nongkrong).  Karena AKK memprioritaskan banyak pelanggan yang membeli dan makan bukan yang duduk berlama-lama.
Pegawai di Ayam Kremes Kraton (AKK) awalnya semua dipegang oleh satu orang, namun sekarang sudah dibagi-bagi per bagian. Untuk makan di tempat yaitu ada waiter(3 bulan belakangan ini sudah tidak ada), OB ,bagian gerobak (penyaji makanan),kasir, cuci piring, dan supervisor. Sementara itu, untuk delivery yaitu ada bagian goreng,bungkus,dan pengantar makanan. Jumlah pegawai di setiap outlet berbeda-beda. Ada yang 17,25, dan 35 orang. Untuk outlet Utan Kayu ini pegawainya berjumlah 17 orang. Pegawai juga diambil dari daerah yang kebanyakan lulusan smp, lulusan sma pun jarang. Pegawai ini lalu dididik oleh Ibu Rovi sendiri. Sistem rekruitmen tidak ada lewat lowongan kerja, namun dari teman ke teman/diambil dari daerah karena mau dibayar dengan gaji tidak besar. Awalnya pegawai disediakan Mess, namun sekarang sudah tidak. Ada juga beberapa outlet yang pegawainya tinggal di dalam outlet.
Mengenai Quality Control AKK, terdapat dipusat namun ada juga di outlet, semua control dipegang sendiri oleh manager outlet. Ada supervisor tiap outlet namun hanya mengontrol operasionalnya saja. Untuk ontrol makanan langsung oleh pemilik. Pemilik selalu membuat inovasi untuk makanannya seperti ayam lunak dan variasi sambal. Manager tidak merasa ada kendala dalam inovasi, karena menganggap tidak bisa terlena dengan persaingan dan terus belajar dengan mencari referensi dari internet dan buku-buku untuk memajukan AKK ini. Dalam berinovasi, pemilik yang berinovasi dalam produk sedangkan manager inovasi operasionalnya. Manager juga sering survei ke resto-resto lainnya, untuk meningkatkan rasa maupun kualitas dari makanan AKK ini.
Dalam hal perkembangan restoran, awalnya beberapa outlet AKK pernah jatuh bangun perkembangannya, misalnya jika  outlet pindah tempat maka biasanya sepi tidak seramai di tempat sebelumnya. Namun sekarang  ini tidak ada outlet yang perkembangannya maju mundur atau tidak stabil, ini berkat adanya pengalaman dan trik jitu mengatasinya oleh para manager masing-masing. Omset per bulan nya pun sekitar 1-2 Milyar per outlet.
Sistem manajemen AKK ini dalam 3 bulan terakhir sudah berubah yang awalnya manajemen konvensional sekarang sudah manajemen modern. Dalam manajemen konvensional sulit untuk control SDM, maka selama 2 bulan ini fokus kepada SDM nya. Delivery sekarang sudah sistem call center. Untuk makan di tempat, semua outlet akan sistem berubahnya seperti pemesanan di KFC yaitu memesan dan membayar langsung ke kasir. Sekarang ada 2 dapur pusat. Dalam 3 bulan ini ayamnya semakin diberi inovasi yaitu  menggunakan ayam lunak, sehingga lebih disukai konsumen. Ayam lunak ini tidak seperti ayam lunak yang kebanyakan seperti misalnya tidak ada serat dagingnya dan rasa ayamnya hilang. Namun ayam lunak di AKK ini masih terdapat serat daging dan rasa ayamnya masih terasa. Seperti ayam yang saya pesan berbeda sekali rasanya ketika saya terakhir memesan beberapa bulan yang lalu, ayam yang sekarang lunak dan lembut namun rasanya tetap enak.
Keunggulan yang ditawarkan AKK ini adalah ayam kremes lunak dengan harga murah tapi enak, Kremesnya ini yang diunggulkan, dan resepnya menjadi rahasia pemilik tentunya, pegawai dan manager sendiri pun tidak tahu. Bahkan kremesnya ini dijual dengan harga tertentu saking banyaknya konsumen yang mencari karena terkenal dengan enaknya. Selain itu, tersedia pula 4 rasa sambal yang berbeda-beda yaitu sambal bawang, sambal terasi, sambal hijau dan sambal penyet yang tersedia di setiap meja makan. Sambel penyet kini ada yang botolan karena peminatnya banyak. Sambal ini dibuat oleh pemilik sendiri karena itu pula kontrolnya langsung oleh pemilik. Makanan yang ditawarkan juga per paket sehingga harganya lebih murah. Dan dalam paket tersebut sudah tersedia air minum dalam bentuk kemasan berlabel AKK, hal ini bertujuan agar lebih murah dan praktis. Air mineral ini didesain khusus dengan merek AKK, juga bertujuan  agar konsumen lebih mudah mengenal dan mengingat AKK ini.Karena AKK memfokuskan juga lebih memfokuskan pada kepuasan pelanggan pada makanan. Pada awalnya ada paket teh tawar dan manis, namun karena AKK semakin ramai, pegawai merasa sulit untuk memberikan pelayanan yang cepat maka diganti dengan air mineral yang lebih praktis. 

Pengolahan makanan disini pun ayamnya sudah tinggal goreng di outlet, untuk mengelola ayamnya ada di dapur pusat untuk unkep ayam, kremes juga sudah ada. Jadi bisa dikatakan, barang yang datang ke outlet adalah barang yang setengah jadi yang tinggal digoreng saja jika ada pemesanan. Untuk supplier ayamnya sendiri AKK memiliki  5 supplier. Kalau sudah jam 8/9 malam, permintaan digoreng tergantung atasan. Kalau ayamnya belum habis namun sudah tutup maka kerugian ditanggung oleh outlet. Ayam,ikan,tahu,tempe merupakan makanan utama yang pasti ada/tersedia. Kalau sayur dan bebek hanya sebagai pendukung peminatnya hanya sekitar 10% jadi kemungkinan besar bisa tidak ada/tersedia.
Untuk konsumen AKK sendiri ini incarannya adalah middle low. Sistemnya ambil untung kecil tapi laku banyak. Kantor juga banyak yang pesan untuk makan dari AKK ini. Ramadhan tahun ini juga dapat pesanan dari RS Cipto. Untuk menghadapi puasa, beberapa outlet sudah disiapkan musholla untuk ibadah.  Kenaikan BBM belakangan ini pun tidak mempengaruhi harga dari AKK ini. ,Menurut Ibu Rovi,sang manager prospeknya yaitu harus naik tiap tahun walaupun perbulannya mundur. Kuncinya di pelayanan, kalau SDM nya solid pasti pelayanan baik. Beliau juga sangat memerhatikan kepuasan pelanggannya agan terjadi pemasaran mulut ke mulut sehingga AKK lebih dikenal dan diminati banyak orang.
Berikut beberapa dokumentasinya.
Kesimpulannya, pengelolaan di AKK ini sudah cukup baik karena memperhatikan segala aspek baik itu dari pihak internal SDM dan makanan maupun pihak eksternal yaitu para pesaing dan kondisi konsumen. Namun ada salah satu aspek manajemen yang diabaikan oleh sang manager, yaitu aspek planning atau perencanaan. Ibu Rovi sendiri sebagai seorang manager mengatakan bahwa ia tidak terlalu memperhatikan itu, beliau berkata jalani saja dahulu, nanti jika ada masalah akan dievaluasi dan diperbaiki saat pelaksanaan. Ini memang akan biasa jika memang sudah terbiasa melaksanakannya, namun alangkah lebih baik jika melalukan tahap perencanaan. Hasil yang dihasilkan dengan planning maupun tidak dengan planning tentunya akan berbeda.
Sekian resume perkuliahan kali ini.

Wassalamu’alaikum wr. wb.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar