Halaman

Tampilkan postingan dengan label Resume Perkuliahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resume Perkuliahan. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Mei 2015

Resume Perkuliahan Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan: Distribusi, Franchising, dan MLM dalam Pemasaran Jasa Pendidikan




Pada pertemuan ke-13 Hari Selasa, 12 Mei 2015 perkuliahan berlangsung pukul 09.50-12.10 di ruang 306 Gedung Daksinapati FIP UNJ. Dosen kami Bapak Amril Muhammad, S.E, M.Pd tidak dapat hadir dalam perkuliahan. Sehingga materi disampaikan oleh kelompok 9 yaitu Yudi Guntara dan Rahmat Dwi Harbianto yang mempresentasikan mengenai Distribusi, Franchising, dan MLM dalam Pemasaran Jasa Pendidikan. Berikut resume perkuliahan yang saya dapatkan:

A.   Distribusi
Untuk memperoleh suatu produk diperlukan proses pengiriman dengan suatu cara dan sarana dari pihak yang membuat produsen (perorangan atau perusahaan) kepada konsumen yang memerlukannya. Proses ini disebut distribusi.
1.      Pengertian Saluran Distribusi
Beberapa pengertian mengenai saluran distribusi dan yang berkaitan dengan saluran distribusi oleh pakar di bidangnya sebagai berikut:
a.    Menurut Michael J. Etzel: Saluran distribusi terdiri dari serangkaian lembaga yang   melakukan semua kegiatan yang digunakan untuk menyalurkan produk dan status pemilikannya dari produsen ke konsumen akhir atau pemakai bisnis.
b.    Menurut Suhardi Sigit: Saluran distribusi adalah perantara-perantara, para pembeli dan  penjual yang dilalui oleh perpindahan barang baik fisik maupun perpindahan milik  sejak dari produsen hingga ke tangan konsumen.
Dari beberapa pengertian saluran distribusi diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa saluran distribusi adalah perantara atau sebuah jalur yang berguna untuk menyalurkan barang secara fisik maupun kepemilikan dari produsen ke konsumen.
2.      Macam-Macam Saluran Distribusi
a.    Saluran A
Bagan ini melukiskan penjualan secara langsung dari rumah ke rumah yang dilakukan oleh wiraniaga. Produsen yang menjual produk secara langsung dari pabriknya kepada pengguna akhir menggunakan saluran pemasaran langsung.
b.    Saluran B
Merupakan saluran yang sering digunakan oleh pengecer besar yang dapat membeli dalam jumlah besar dari produsen. Pengecer seperti Hero, Matahari, Sogo menjual aneka produk yang dibeli langsung dari produsen.
c.    Saluran C
Merupakan suatu pola perjalanan produk yang panjang menuju ke konsumen akhir, terutama untuk barang konsumen. Saluran ini merupakan pilihan yang paling praktis bagi produsen yang menjual produknya kepada konsumen dalam suatu wilayah yang luas melalui sejumlah besar pengecer.
d.    Saluran D
Saluran ini sering digunakan untuk produk yang didistribusikan secara massal.

Sedangkan menurut Indriyo Gitosudarmo, macam saluran distribusi dibedakan menjadi tiga, yaitu :
a.    Saluran distribusi intensif
Saluran ini merupakan cara distribusi di mana barang yang dipasarkan itu diusahakan agar dapat menyebar seluas mungkin sehingga dapat secara intensif menjangkau semua lokasi di mana calon konsumen itu berada.
b.   Saluran distribusi selektif
Saluran ini merupakan cara distribusi di mana barang-barang hanya disalurkan oleh beberapa penyalur saja yang terpilih atau selektif. Jadi dalam hal ini jumlah penyalur sangat terbatas.
c.    Saluran distribusi eksklusif
Saluran ini merupakan bentuk penyaluran yang hanya menggunakan penyalur yang sangat terbatas jumlahnya, bahkan pada umum hanya ada satu penyalur tunggal untuk satu daerah tertentu.

3.      Memilih Saluran Distribusi
Prosedur menentukan saluran distribusi pada umumnya sebagai berikut (Suhardi Sigit);
a.    Melakukan analisis terhadap produk yang akan dipasarkan untuk menentukan sifat-sifat dan gunanya.
b.    Menentukan sifat-sifat produk dan luasnya pasar.
c.    Meninjau saluran-saluran distribusi yang sudah ada atau yang mungkin dapat digunakan.
d.    Menilai masing-masing saluran dari sudut potensi volume penjualan, biaya yang layak dan laba yang wajar.
e.  Melakukan market survey untuk mengetahui pendapat-pendapat pembeli dan perantara mengenai saluran distribusi yang dipergunakan oleh para pesaing.
f.  Menentukan sifat dan luasnya kerjsama antara manufaktur dengan saluran-saluran distribusi yang akan digunakan.
g.    Merumuskan bantuan-bantuan apa yang dapat diberikan oleh manufaktur kepada penyalur-penyalur.
h.  Melakukan penilaian secara kontinu terhadap saluran distribusi yang telah digunakan mengingat adanya perkembangan-perkembangan pasar.

4.      Distribusi Jasa
Sifat jasa yang tidak berujud memerlukan persyaratan distribusi khusus. Hanya ada dua saluran distribusi jasa yang sering digunakan.
a.    Produsen => konsumen.
Karena jasa tidak berujud, proses produksi dan/atau aktivitas penjualannya memerlukan hubungan pribadi secara langsung antara produsen dan konsumen. Distribusi langsung merupakan ciri berbagai jasa profesional, seperti perawatan kesehatan, dan jasa pelayanan pribadi, seperti potong rambut.
b.    Produsen  => agen  => konsumen.
Produsen jasa seringkali dibantu oleh agen dengan cara alih tugas khususnya dibidang perjalanan, penginapan, media periklanan, hiburan, dan asuransi, memanfaatkan agen.

5.      Fungsi-fungsi Saluran Distribusi
Pada pokoknya fungsi-fungsi pemasaran yang dilaksanakan dalam saluran distribusi dapat dikelompokkan ke dalam tiga golongan, yaitu fungsi pertukaran, fungsi penyediaan fisik, dan fungsi penunjang (Basu Swasta, 1991).
a.    Fungsi Pertukaran
1)   Pembelian
2)   Penjualan
3)   Pengambilan risiko
b.    Fungsi Penyediaan Fisik
1)   Pengumpulan
2)   Penyimpanan
3)   Pemilihan
4)   Pengangkutan
c.    Fungsi Penunjang
1)   Pelayanan sesudah pembelian
2)   Pembelanjaan
3)   Penyebaran informasi.
4)   Koordinasi saluran

6.      Marketing Channels Create Utility
Saluran pemasaran menciptakan empat jenis utilitas: waktu, tempat, kepemilikan, dan bentuk. Utilitas Waktu adalah memiliki produk yang tersedia ketika pelanggan menginginkannya. Utilitas tempat dibuat dengan membuat produk yang tersedia di lokasi di mana pelanggan ingin membeli mereka. Utilitas kepemilikan berarti bahwa pelanggan memiliki akses ke produk untuk menggunakan atau menyimpan untuk penggunaan masa depan.. Anggota saluran kadang-kadang membuat bentuk utility dengan merakit, menyiapkan, atau menyempurnakan produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah individu.

B.   Franchising
1.      Pengertian Franchising (Waralaba)
Franchising atau waralaba merupakan sebuah usaha dengan penggunaan hak sebuah merk tertentu dari pewaralaba dengan membayar sejumlah dana dan membuat beberapa perjanjian lainnya seperti berbagi keuntungan (royalti). Dengan hak tersebut terwaralaba pun dapat menggunakan nama merk, prosedur pemasaran, pelatihan, dan system prosedur operasional dan fasilitas penunjang dari perusahaan pewaralaba.

2.      Tipe Sistem Franchising
a.    Product and trademark franchising
Franchisee hanya mendapatkan hak untuk memproduksi produk dan mendistribusikannya diwilayah tertentu sesuai dengan perjanjian yang dibuat.
b.   Business format franchising.
Franchisee memperoleh hak sepenuhnya, mulai dari trademark, penjualan, peralatan, metode operasi, strategi pemasaran, bantuan manajemen dan teknik, pengendalian kualitas. Contohnya restoran, fast food, dan pendidikan.

3.      Ciri-ciri Franchising
a.    Pewaralaba memiliki tradename (nama perniagaan), trade atau servicemark (merek atau jasa dagang), patent, trade secret (rahasia dagang), dan know-how (pengetahuan);
b.    Terwaralaba diijinkan untuk menggunakan hak-hak yang disebutkan di atas (a), biasanya dalam daerah tertentu, dan periode waktu tertentu;
c.    Operasi usaha waralaba dibawah pengarahan pewaralaba melalui beberapa klausul tertentu dan kontrak waralaba;
d.    Terwaralaba akan membayar royalti, dan sering suatu initial fee, untuk hak melakukan usaha di bawah nama dan sistem pewaralaba.

4.      Keuntungan Waralaba
a.   Bantuan manajemen dan pemasaran
Terwaralaba biasanya mempunyai kesempatan yang jauh lebih besar untuk berhasil karena ia mempunyai produk yang telah mapan; bantuan dalam memilih toko dan promosi; dan bantuan dalam semua tahap operasinya. Pewaralaba memberikan pelatihan intensif.
b.   Kepemilikan pribadi
Sebuah operasi waralaba adalah tetap toko anda, dan anda menikmati sebanyak insentif dan laba seperti pemilik tunggal lainnya. Anda masih merupakan asatan anda sendiri.
c.   Nama yang dikenal secara nasional
Dengan waralaba yang telah mapan. Anda mendapat pengakuan dan dukungan instan dari sebuah kelompok produk dengan pelanggan yang telah mapan diseluruh dunia.
d.   Nasihat dan bimbingan finansial
Terwaralaba mendapat bimbingan berharga serta nasihat secara berkala dari orang-orang yang mempunyai keahlian dalam bidang ini.
e.   Tingkat kegagalan yang lebih rendah.
Menurut sejarah, tingkat kegagalan untuk waralaba adalah lebih rendah dibandingkan ventura bisnis lainnya. Sejumlah ahli berkata bahwa bisnis independen delapan kali lebih sering dibandingkan bisnis waralaba.

5.      Kerugian Waralaba
a.   Biaya awal yang besar.
Sebagian besar waralaba akan meminta biaya hanya untuk mendapat hak atas waralaba tersebut. Biaya untuk waralaba dapat sangat bervariasi.
b.   Laba yang dibagi.
Pewaralaba acap kali akan meminta bagian besar dari laba selain dari biaya awal atas suatu komisi persentase berdasarkan pada penjualan, bukan laba. Bagian yang diminta oleh pewaralaba ini biasanya disebut sebagai royalti.
c.   Pengaruh ekor jas
Apa yang terjadi dengan waralaba anda jika sesama terwaralaba gagal? Sangat mungkin anda akan terpaksa gulung tikar meskipun waralaba anda sendiri menguntugkan. Kondisi ini acap kali disebut dengan pengaruh ekor jas. 


C.   Multi Level Marketing


1.         Pengertian MLM
Multilevel marketing  atau penjualan bertingkat atau juga disebut penjualan berjenjang ialah sebuah usaha yang menggunakan system jaringan untuk memperluas jaringannya. Setiap orang yang masuk disebut distributor.  Mereka memperoleh komisi untuk penjualan mereka sendiri  dan juga menghasilkan komisi bagi upliners yang merekrut mereka. Pada saatnya, mereka menerima  komisi dari setiap downliners yang  mereka rekrut. Semakin banyak downliners yang direkrut maka semakin banyak pula komisi yang akan didapat.
2.      Kelebihan MLM Dibandingkan Usaha Lain
Berikut adalah beberapa kelebihan dari MLM :
a.    Pemutusan rantai distribusi          
Jalur distribusi MLM: pabrik => supplier => distributor => konsumen. Setiap penambahan jalur distribusi pasti menaikkan harga barang, karena adanya pengambilan keuntungan dan biaya operasional yang dibebankan ke penjualan produk.
b.    Personal franchise
Anda membeli usaha baru yang produk dan sistemnya sudah ada. Bedanya dengan waralaba, anda tidak perlu biaya yang tinggi dan juga bias menawarkannya ke orang lain untuk menjadi bagian dari jaringan anda.
c.    Membangun jaringan pemasaran tanpa batas dan biaya murah
Setiap anda mensposori sesorang berarti Anda telah membuka satu cabang baru yang mandiri. Anda tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun karena uang keanggotaan dibayar oleh orang yang ingin bergabung. Anda juga berhak mensponsori ke mana saja Anda suka, tanpa batasan
d.    Penghematan biaya iklan
Setiap distributor adalah pengiklan, dan perusahaan akan diuntungkan oleh hal ini. Saat ini, biaya iklan mengambil 1/3 dari total biaya operasional. Bisa Anda bayangkan, berapa biaya yang telah dihemat oleh perusahaan.
e.    Pemberian kesempatan kepada semua orang untuk berbisnis mandiri
Dengan adanya konsep MLM yang memberikan kebebasan kepada siapa saja untuk bisa memulai usaha sendiri dengan modal kecil, tanpa risiko, dilatih dan tidak butuh tempat khusus, limitasi ini telah berhasil dihilangkan. Ini adalah kabar gembira untuk Anda yang bercita- cita memiliki usaha sendiri.
f.     Mengurangi biaya sales person
Konsep MLM yang setiap distributornya secara langsung ataupun tidak langsung adalah sales person sekaligus konsumen setia perusahaan. Jika dalam perusahaan itu terdapat distributor yang hebat, biasanya merekalah yang melatih distributor di bawahnya, dan perusahaan dibebaskan dari biaya pelatihan distributor. Namun, ada beberapa perusahaan MLM yang sangat bagus dan bertanggung jawab yang juga memiliki program untuk melatih distributor mereka. Distributor yang terpilih diikutkan ke pelatihan kelas dunia, dengan tujuan supaya distributor tersebut menjadi profesional dan berwawasan luas.

3.         Keuntungan Menjadi Seorang Distributor
a.    Bisa memulai bisnis dengan biaya rendah
b.    Keuntungan yang besar jika memenuhi target
c.    Kesempatan dilatih oleh orang yang berhasil dengan biaya rendah
d.    Bisa membangun jaringan sendiri tanpa batas
e.    Mendapatkan passive income dan kebebasan waktu.
f.     Bebas dari masalah administrasi dan operasional perusahaan
g.    Bisa mengembangkan mental dan kepemimpinan secara teori dan praktik

Minggu, 17 Mei 2015

Outing Class MP B 2013 di Ayam Kremes Kraton (AKK) Utan Kayu, Jakarta Timur

Assalamu’alaikum wr. wb.

Selasa, 5 Mei 2015 perkuliahan dilaksanakan tidak di dalam kelas seperti biasanya melainkan di luar kelas. Ya, kami perkuliahan diadakan secara outing class di Ayam Kremes Kraton (AKK) Utan Kayu, Rawamangun. Outing class ini selain kita mendapatkan ilmu baru juga bertujuan melihat secara nyata manajemen sebuah perusahaan khususnya rumah makan dalam hal ini. Dalam kesempatan kali ini, Dosen Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan kami, Pak Amril, tidak bisa mendampingi kami selama outing class, jadi kami melaksanakannya secara mandiri. Narasumber kami, sekaligus orang yang memberikan wawasan lebih kepada kami yaitu oleh manager AKK yaitu Ibu Rovi. Beliau menjelaskan mengenai AKK itu sendiri juga mengenai konsep beliau mengelola AKK ini. Berikut ini adalah resumenya.

Setelah kami selesai makan yang kami pesan di AKK ini, kami melanjutkan dengan diskusi bersama manager AKK, Ibu Rovi. Beliau menjelaskan pemilik Ayam Kremes Kraton (AKK) ini bernama Ibu R.R. Welas Sriningsih, seorang Chinese keturunan kraton. Salah satu orang kepercayaan beliau adalah Ibu Rovi. Beliau bahkan mengelola 5 outlet hingga saat ini. Sebelum menjadi manager seperti ini, beliau adalah seorang kasir di AKK. Diawal bekerja sebenarnya beliau sempat tidak betah bekerja, namun berkat kegigihannya beliau bisa terus bekerja di AKK ini hingga menjadi seorang manager dan salah satu orang kepercayaan pemilik AKK ini.
Pemilihan nama Ayam Kremes Kraton (AKK) yaitu karena sewaktu pertama berdiri sekitar 12 tahun yang lalu, ayam kremes belum banyak di Jakarta dan nama kraton karena pemilik kebetulan masih keturunan kraton. Keluarga pemilik sebenarnya sudah lama berkecimpung dalam dunia restoran. Dulu keluarga pemilik mempunyai Restoran Karo yaitu restoran masakan solo yang menyediakan gudeg,ayam,dll. Namun, ayam kremes di resto tersebut paling diminati maka timbul dorongan pemilik untuk membuka restoran ayam kremes.
Awalnya ada nama Ikan Macco selain nama AKK ini, namun sulit untuk mengembangkan dua nama. Ibu Rovi juga menyampaikan sedikit tips memange bahwa jika ingin berkembang maka kita harus fokus pada satu tujuan dan kita bisa lebih konsen mengeksplor hal itu sehingga menjadi lebih mudah berkembang.  Selain itu Ikan Macco ini sulit dikembangkan sehingga lebih difokuskan untuk mengembangkan AKK saja.
Ibu Rovi juga menerangkan  bahwa konsepnya AKK ini sendiri adalah pelayanan yang harus modern,tetapi tempat tetap tradisional. Seragam pegawainya pun batik,mencirikan tradisional. Mengapa tradisional? Ini sesuai dengan nama “kraton” itu sendiri yang mana seperti yang kita ketahui bahwa kraton itu identik dengan tradisional. Namun walaupun casing nya tradisional, rasa dan pelayanannya harus modern.
Lambang AKK ini adalah  ayam yang memakai dasi batik dan jas. Ini tergambar jelas bahwa pemilik ingin mengambarkan AKK yang casing tradisional namun terasa modern. Warna kuning untuk desain AKK sendiri ini adalah keinginan dari sang pemilik. Ibu Rovi sendiri, sebagai seorang manager  ingin menjadikan AKK ini sebagai  KFC-nya  Indonesia. Mengapa? Karena beliau ingin yang dikenal tidak hanya merk asing tapi merk Indonesia juga layak dikenal dan tidak kalah dengan merk asing kualitasnya.
Ayam Kremes Kraton ini mempunyai  5 outlet di Jakarta yaitu di Tebet, Boulevard Kelapa Gading, Gading Batavia, Sunter, dan Utan Kayu. Outlet utamanya berada di Sunter. Untuk outlet Utan Kayu ini sendiri baru berdiri sekitar 2-3 tahunan. Fasilitas AKK Utan Kayu ini masih memiliki beberapa kekurangan yaitu kurang tersedianya tempat parkir yang luas, tidak adanya musholla, dan hanya memiliki satu ruangan biasa saja. Outlet AKK paling besar berada di Tebet, yang memiliki tempat duduk biasa dan lesehan, smooking area dan ruangan ber-AC.  Di semua outlet AKK, manager tidak mau menyediakan tv  karena beralasan nanti pegawainya jadi santai dalam bekerjanya dan wifi juga tidak tersedia agar tamu tidak makan berlama-lama di AKK ini (nongkrong).  Karena AKK memprioritaskan banyak pelanggan yang membeli dan makan bukan yang duduk berlama-lama.
Pegawai di Ayam Kremes Kraton (AKK) awalnya semua dipegang oleh satu orang, namun sekarang sudah dibagi-bagi per bagian. Untuk makan di tempat yaitu ada waiter(3 bulan belakangan ini sudah tidak ada), OB ,bagian gerobak (penyaji makanan),kasir, cuci piring, dan supervisor. Sementara itu, untuk delivery yaitu ada bagian goreng,bungkus,dan pengantar makanan. Jumlah pegawai di setiap outlet berbeda-beda. Ada yang 17,25, dan 35 orang. Untuk outlet Utan Kayu ini pegawainya berjumlah 17 orang. Pegawai juga diambil dari daerah yang kebanyakan lulusan smp, lulusan sma pun jarang. Pegawai ini lalu dididik oleh Ibu Rovi sendiri. Sistem rekruitmen tidak ada lewat lowongan kerja, namun dari teman ke teman/diambil dari daerah karena mau dibayar dengan gaji tidak besar. Awalnya pegawai disediakan Mess, namun sekarang sudah tidak. Ada juga beberapa outlet yang pegawainya tinggal di dalam outlet.
Mengenai Quality Control AKK, terdapat dipusat namun ada juga di outlet, semua control dipegang sendiri oleh manager outlet. Ada supervisor tiap outlet namun hanya mengontrol operasionalnya saja. Untuk ontrol makanan langsung oleh pemilik. Pemilik selalu membuat inovasi untuk makanannya seperti ayam lunak dan variasi sambal. Manager tidak merasa ada kendala dalam inovasi, karena menganggap tidak bisa terlena dengan persaingan dan terus belajar dengan mencari referensi dari internet dan buku-buku untuk memajukan AKK ini. Dalam berinovasi, pemilik yang berinovasi dalam produk sedangkan manager inovasi operasionalnya. Manager juga sering survei ke resto-resto lainnya, untuk meningkatkan rasa maupun kualitas dari makanan AKK ini.
Dalam hal perkembangan restoran, awalnya beberapa outlet AKK pernah jatuh bangun perkembangannya, misalnya jika  outlet pindah tempat maka biasanya sepi tidak seramai di tempat sebelumnya. Namun sekarang  ini tidak ada outlet yang perkembangannya maju mundur atau tidak stabil, ini berkat adanya pengalaman dan trik jitu mengatasinya oleh para manager masing-masing. Omset per bulan nya pun sekitar 1-2 Milyar per outlet.
Sistem manajemen AKK ini dalam 3 bulan terakhir sudah berubah yang awalnya manajemen konvensional sekarang sudah manajemen modern. Dalam manajemen konvensional sulit untuk control SDM, maka selama 2 bulan ini fokus kepada SDM nya. Delivery sekarang sudah sistem call center. Untuk makan di tempat, semua outlet akan sistem berubahnya seperti pemesanan di KFC yaitu memesan dan membayar langsung ke kasir. Sekarang ada 2 dapur pusat. Dalam 3 bulan ini ayamnya semakin diberi inovasi yaitu  menggunakan ayam lunak, sehingga lebih disukai konsumen. Ayam lunak ini tidak seperti ayam lunak yang kebanyakan seperti misalnya tidak ada serat dagingnya dan rasa ayamnya hilang. Namun ayam lunak di AKK ini masih terdapat serat daging dan rasa ayamnya masih terasa. Seperti ayam yang saya pesan berbeda sekali rasanya ketika saya terakhir memesan beberapa bulan yang lalu, ayam yang sekarang lunak dan lembut namun rasanya tetap enak.
Keunggulan yang ditawarkan AKK ini adalah ayam kremes lunak dengan harga murah tapi enak, Kremesnya ini yang diunggulkan, dan resepnya menjadi rahasia pemilik tentunya, pegawai dan manager sendiri pun tidak tahu. Bahkan kremesnya ini dijual dengan harga tertentu saking banyaknya konsumen yang mencari karena terkenal dengan enaknya. Selain itu, tersedia pula 4 rasa sambal yang berbeda-beda yaitu sambal bawang, sambal terasi, sambal hijau dan sambal penyet yang tersedia di setiap meja makan. Sambel penyet kini ada yang botolan karena peminatnya banyak. Sambal ini dibuat oleh pemilik sendiri karena itu pula kontrolnya langsung oleh pemilik. Makanan yang ditawarkan juga per paket sehingga harganya lebih murah. Dan dalam paket tersebut sudah tersedia air minum dalam bentuk kemasan berlabel AKK, hal ini bertujuan agar lebih murah dan praktis. Air mineral ini didesain khusus dengan merek AKK, juga bertujuan  agar konsumen lebih mudah mengenal dan mengingat AKK ini.Karena AKK memfokuskan juga lebih memfokuskan pada kepuasan pelanggan pada makanan. Pada awalnya ada paket teh tawar dan manis, namun karena AKK semakin ramai, pegawai merasa sulit untuk memberikan pelayanan yang cepat maka diganti dengan air mineral yang lebih praktis. 

Pengolahan makanan disini pun ayamnya sudah tinggal goreng di outlet, untuk mengelola ayamnya ada di dapur pusat untuk unkep ayam, kremes juga sudah ada. Jadi bisa dikatakan, barang yang datang ke outlet adalah barang yang setengah jadi yang tinggal digoreng saja jika ada pemesanan. Untuk supplier ayamnya sendiri AKK memiliki  5 supplier. Kalau sudah jam 8/9 malam, permintaan digoreng tergantung atasan. Kalau ayamnya belum habis namun sudah tutup maka kerugian ditanggung oleh outlet. Ayam,ikan,tahu,tempe merupakan makanan utama yang pasti ada/tersedia. Kalau sayur dan bebek hanya sebagai pendukung peminatnya hanya sekitar 10% jadi kemungkinan besar bisa tidak ada/tersedia.
Untuk konsumen AKK sendiri ini incarannya adalah middle low. Sistemnya ambil untung kecil tapi laku banyak. Kantor juga banyak yang pesan untuk makan dari AKK ini. Ramadhan tahun ini juga dapat pesanan dari RS Cipto. Untuk menghadapi puasa, beberapa outlet sudah disiapkan musholla untuk ibadah.  Kenaikan BBM belakangan ini pun tidak mempengaruhi harga dari AKK ini. ,Menurut Ibu Rovi,sang manager prospeknya yaitu harus naik tiap tahun walaupun perbulannya mundur. Kuncinya di pelayanan, kalau SDM nya solid pasti pelayanan baik. Beliau juga sangat memerhatikan kepuasan pelanggannya agan terjadi pemasaran mulut ke mulut sehingga AKK lebih dikenal dan diminati banyak orang.
Berikut beberapa dokumentasinya.
Kesimpulannya, pengelolaan di AKK ini sudah cukup baik karena memperhatikan segala aspek baik itu dari pihak internal SDM dan makanan maupun pihak eksternal yaitu para pesaing dan kondisi konsumen. Namun ada salah satu aspek manajemen yang diabaikan oleh sang manager, yaitu aspek planning atau perencanaan. Ibu Rovi sendiri sebagai seorang manager mengatakan bahwa ia tidak terlalu memperhatikan itu, beliau berkata jalani saja dahulu, nanti jika ada masalah akan dievaluasi dan diperbaiki saat pelaksanaan. Ini memang akan biasa jika memang sudah terbiasa melaksanakannya, namun alangkah lebih baik jika melalukan tahap perencanaan. Hasil yang dihasilkan dengan planning maupun tidak dengan planning tentunya akan berbeda.
Sekian resume perkuliahan kali ini.

Wassalamu’alaikum wr. wb.